Senin, 28 Desember 2009





MENGATASI KONFLIK KEMISKINAN DALAM MASYARAKAT

Mengatasi konflik kemiskinan dalam masyarakat merupakan suatu proses pembelajaran bagi masyarakat untuk merubah pola pikir dan mengolah semaksimal mungkin ketrampilan yang dimiliki suatu masyarakat miskin agar lebih mandiri dan sejahtera.
Yang pertama diatasi dalam masyarakat miskin adalah merasa miskin dan terus meminta keadilan bagi masyarakat yang dianggap kaya, penyadaran diri inilah yang perlu proses panjang dan pebelajaran pola fikir dan sikap.

Setelah kepribadian mereka berkembang maju, maka kita ikuti dengan memberikan ketrampilan sesuai hobby mereka dan keadaan sekitar lingkungan hidup mereka.

Memberi pelajaran kepada mereka untuk berkumpul membentuk suatu organisasi yang terkoordinir baik dan tersistem.

Menciptakan masyarakat sekitarnya untuk mendukung organisasi yang mereka bentuk, memberikan kepercayaan pada mereka untuk membuat suatu usaha bersama, memberikan kesempatan untuk mereka bergerak maju dalam suatu usaha kecil yang mereka dirikan.

Setelah organisasi terbentuk dan mempunyai system management yang baik, mereka membutuhkan pendamping dalam mengembangkan usahanya, pendamping mereka bisa dari pemberi modal usaha atau swadaya masyarakat sekitarnya untuk mengentaskan kemiskinan.

Seorang pendamping usaha mereka dapat memberikan :

Fasilitator yang mampu menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan berkembangnya kegiatan usaha.

Motivator sebagai pengarah usaha dan mengarahkan potensi perorangan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Penghubung berfungsi sebagai penghubung antara pengusaha yang sudah besar untuk dapat bekerjasama dengan usaha mereka yang baru dibentuk, terutama dalam hal distribusi bahan, alat, dan pemasaran produk.

Wahana pemberdayaan dari seorang pendamping adalah memberikan pengalamannya dalam berorganisasi, pemilihan seorang pemimpin, perekrutan tenaga kerja, pelatihan untuk memaksimalkan keterampilan dan berjalannya suatu usaha.

Administrasi, pencatatan surat jual beli dan inventaris kantor.

Modal, merupakan dana awal perwujudan suatu produk dan proses produksi.

Usaha yang produktif, diusahaan usaha mampu mendapat keuntungan yang diperhitungkan secara sistematik dan dapat dijangkau oleh konsumen sekitarnya.

Akseptasi, diusahakan kesejahteraan organisasi dapat mensejahterakan masyarakat miskin dan menaikkan taraf hidup keluarga agar hidup sejahtera.

Berkelanjutan, agar usaha terus berkembang secara positif dan terus menerus mendapatkan keuntungan untuk menghidupkan masyarakat miskin mentas dari kemiskinan dan hidup sejahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar