Islam adalah agama rahmat untuk keselamatan dunia dan akhirat. Misi penyelamat, rahmat, dan perdamaian (al-islam) bukan hanya untuk umat islam saja tetapi juga untuk sekalian alam.
Inilah makna islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi sekalian alam). Oleh karena itu, ilmu apapun yang memiliki misi rahmat dan penyebar kedamaian di dalam kehidupan ini, maka bersesuaian dengan misi islam.Rahmat dalam variannya adalah bagian penting dan sangat ditekankan dalam kosmologi islam.Reiki merupakan teknologi spiritual yang diketemukan jauh dari pasca kenabian, sebagaimana nuklir merupakan teknologi atom-material yang ditemukan era modern.
Reiki merupakan produk ijtihadi manusia sebagai khalifah fil ardl, reiki tidak dapat dinilai secara eksplisit dari keterangan-keterangan kitab suci, sebagaimana kitab suci tidak pernah membicarakan tentang nuklir.Ada beberapa argument yang dapat digunakan sebagai dasar nalar bahwa reiki tidak bertentangan dengan islam, yaitu :Islam sebagai agama rahmat akan membenarkan proses-proses ijtihadi (pengembangan dari daya nalar atau intuisi) manusia dalam mewujudkan manusia berkualitas yang sehat, baik secara fisik, psikis, mental maupun spiritual.
Energi reiki yang di salurkan praktisi, baik yang disalurkan kepada seseorang, binatang, tumbuhan, makanan, minuman, atau lokasi (ruangan) untuk mengusir energi negative dalam berbagai varian bentuknya, hanya akan mengalir dalam kepasrahan (kondisi tawakkal) kepada Allah SWT.
Reiki adalah energy Allah SWT dan Dia sendiri yang memiliki prakarsa di balik penyaluran energi.
Reiki yang muncul di Tibet dan menghilang, ditemukan kembali di Jepang. “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina” pada ajaran nabi Muhammad di atas tidaklah salah untuk mempelajari ilmu reiki. Pada era nabi Muhammad, Cina memang mempunyai peradaban ilmu dan kebudayaan yang sangat tinggi, walau cina lebih banyak penduduknya yang non muslim, asalkan tujuannya sangat baik dan tidak merugikan siapapun, tidak akan bertentangan dengan islam.
Setiap praktisi reiki, senantiasa berdoa sebelum melakukan latihan-latihan, baik self healing, penyembuhan orang lain maupun ketika meditasi dan perlu diketahui shalat yang kusyuk merupakan meditasi terbaik.Doa adalah inti dari agama, doa merupakan hubungan special manusia dengan Tuhannya.
Reiki tidak lebih dari upaya spiritual mengakses energy alam yang disediakan Allah SWT, sebagaimana ilmuwan mengolah air sebagai unsure pembangkit tenaga listrik.
Praktik reiki tanpa menggunakan mantra, hanya kepasrahan total dan sikap rileks dalam penyaluran energy yang di punyai manusia menyatu dengan energy alam semesta, atas kehendak Allah SWT. Dengan hati yang bersih ringan dan tulus atas kehendak Allah SWT penyaluran energy akan terjadi.
Reiki masuk dalam tubuh praktisi melalui cakra mahkota, yaitu cakra yang sifatnya Ilahi dan menjadi pusat tubuh spiritual manusia. Energi alam yang masuk menyatu dalam energy positif manusia yang berpasrah menekan keluar kekuatan-kekuatan negative dari setan, jin jahat, sihir. Dari perspektif inilah maka praktek reiki sebagai praktik spiritual yang positif dan religius.Reiki mengajarkan untuk konsentrasi penuh atau dalam islam adalah kusyuk tuma’nina, dalam kesadaran penuh tanpa pengaruh pemikiran lain selain kepasrahan kepada sang pencipta atau Allah SWT.Diiringi zikir-zikir yang dilakukan apabila yang beragama muslim. Energi positif hanya dapat bersenyawa dengan energy yang sama. Energi alam positip akan bersenyawa dengan pemikiran manusia yang positif. Apabila di capai keberhasilan penyaluran enargi positif ini akan terjadi kenikmatan yang luar biasa.Penyakit merupakan energy negative, perlahan-lahan segala yang bermuatan negative akan tertekan keluar dari tubuh manusia, dan akan merasakan ketenangan secara menyeluruh lahir dan batin.Reiki akan meningkatkan keimanan. Keberhasilan penyaluran energy positif perlu latihan yang sering dan rutin dengan secara kuantitatif dan kualitatif berkomunikasi dengan Allah SWT.
